February 14th, 2009 by 7CoLE

Team project BackTrack beberapa hari lalu mengumumkan rilis BackTrack 4 Beta, dengan perubahan yang besar dan fitur yang lebih bagus.
The Remote Exploit Development Team is happy to announce the release of BackTrack 4 Beta. We have taken huge conceptual leaps with BackTrack 4, and have some new and exciting features. The most significant of these changes is our expansion from the realm of a Pentesting LiveCD towards a full blown Distribution (Developer project official statement)
BackTrack4 sekarang based on Debian core packages dan didukung repository Ubuntu, hal ini mengijinkan updates dari packages yang baru yang sedang dikembangkan untuk segera dipakai.
Beberapa highlights dari BackTrack 4 Beta :
- update kernel versi 2.6.28.1 membuat support hardware lebih baik
- BackTrack 4 Beta bisa di-boot lewat sebuah jaringan dengan menggunakan PXE support cards
- SAINT EXPLOIT, network vulnerability assesment tool, dan MALTEGO 2.0.2, aplikasi open source intelligent & forensic, sudah terinclude
- Mac80211 wireless injection patch terbaru sudah diaplikasikan dengan imprivement untuk rlt81887
- Pico e12 dan e16 cards sudah 100% berfungsi dengan native support, membuat BackTrack 4 bisa memanfaatkan device ini secara maksimal
- Unicornscan, sebuah information gathering engine dan correlation engine sudah berfungsi sepenuhnya dengan fitur web front end dan postgress logging support
- RFID support
- Pyrit CUDA support, dan dukungan dari tool - tool terbaru serta tool - tool telah terupdate
screenshoot :
read more »
December 11th, 2008 by wildan

Ya sebenernya sudah lama releasenya, yaitu pada tanggal 3 November 2008, framework PHP yang satu ini sudah berumur 4tahun lho..
karirnya dimulai pada tahun 2004, tepatnya bulan agustus, prado ini waktu itu menjadi pemenang zend coding competition (kalo gak salah), sehingga dengan cepat menjadi framework yang populer, dengan banyak sekali kontributor.. nah ini beberapa release notesnya :
WHAT’S NEW IN THIS RELEASE
* Fixed about 25 bugs
* Included about 20 minor enhancements
* Added these new components: TActiveFileUpload, TActiveDatePicker, MessageSource_Databas
COMPATIBILITY INFORMATION
The following changes introduced in this release need particular attention:
* TinyMCE (used by THtmlArea component) has been upgraded to version 3.1.0.1.
Since the 3.X branch of TinyMCE has a different API than 2.X, you should
upgrade your Customs Plugins if you use any.
See http://wiki.moxiecode.com/index.php/TinyMCE:Migration_guide for more information.
* If you use EnableStateEncryption, the PageState of your current user sessions
will no longer be valid, since we optimized the encryption/compression logic.
* You can now use # and $ characters in your SQL statements with SQLMap by
escaping them as ## and $$. That induces that you can’t have consecutive
parameters like #param1##param2# or $param1$$param2$ in your statements anymore.
Happy trying
(whiledan)
December 1st, 2008 by wildan
Mmm, sebenernya artikel ini khusus buat pengguna linux yang masih baru, jadi setidaknya bisa mengerti konsep mounting pada linux, yang sebenernya bukan hal yang istimewa, cuma karena namanya aneh aja, jadi kalo belum ngerti ya belum ngerti.. lho??#$%
Oke, langsung saja saya coba jelaskan apa itu mount, mount adalah cara untuk mengkaitkan sebuah device storage kita (misal harddisk, flash memory, atau bahkan RAM) agar bisa kita modifikasi isinya (baca-tulis file). analoginya mungkin sebagai berikut :
- Kita mempunyai beberapa teman yang masing-masing mempunyai kantong baju (storage).
- Teman-teman kita itu mempunyai karakter yang berbeda (filesystem).
- Untuk dapat berkomunikasi dengan teman-teman, maka kita harus bisa mengerti cara berkoomunikasi dengan mereka (filesystem support) agar kemudian bisa mengambil dan meletakkan barang di kantong teman kita tersebut.
Nah, berdasarkan beberapa analogi diatas, langsung aja kita lanjut dengan mekanisme mounting di linux :
Pertama-tama, kita harus mengetahui filesystem apa saja yang sudah di-support oleh versi kernel linux kita, mungkin saat ini memang banyak sekali yang sudah ter-support, antara lain ext2, ext3, fat16, fat32, ntfs, nfx, smbfs, dll. nah kemudian apa hasil dari sebuah mounting?? hasilnya adalah sebuah direktori yang bisa kita baca dan tulis (bisa juga tidak) dimana direktori tersebut sebenarnya adalah representasi dari sebuah storage (bisa hardddisk atau flash memory) yang terhubung dengan komputer kita.. ya mungkin kita ambil contoh pada windos, setiap kita menghubungkan sebuah storage device, maka pada system akan secara otomatis menambahkan drive-drive baru yang merupakan representasi dari storage yang baru kita pasang tersebut.
oke lanjut ke caranya :
pada linux, program untuk melakukan mounting bernama “mount”, perintah dasarnya adalah sebagai berikut :
“mount -t filesystem_type /dev/sdxx_or_hdxx /mount_target -o additional_option”
misalkan pada komputer kita terpasang sebuah harddisk (/dev/sda), kemudian kita menghubungkan sebuah flash memory yang mempunyai hanya 1 partisi, maka perintah yang perlu kita tuliskan adalah :
“mount -t vfat /dev/sdb1 /mnt”, maka untuk bsa membaca isi dari flash memory tersebut, kita bisa menuju ke direktori “/mnt”.
Aduh, cape deh…
saya lanjut lagi kapan-kapan deh…
(whiledan)
December 1st, 2008 by wildan
Nah, melanjutkan posting terdahulu, kali ini saya mencoba untuk memberikan beberapa perintah dasar lagi yang mungkin sering kita gunakan di linux kita, dan bagi anda yang baru belajar linux, mungkin anda bertanya :”Apakah harus menggunakan perinttah??”, jawabnya adalah : “Tidak tuan.. “, lalu kenapa sebagian besar artikel di internet yang berkaitan dengan linux selalu mempunyai topik “perintah dasar”?? ya karena dasar linux adalah pada perintah-perintahnya, coba anda cari informasi mengenai linux yang lahir pertama kali, semua berbasiskan CLI, belum ada GUI yang digunakan, dan itulah yang terbawa sampai dengan sekarang, salah satu kekuatan linux ada pada tingkat shell, dan itu bukanlah suatu “kebiasaan yang salah”, melainkan memang sangat bermanfaat, coba saja lihat microsoft, mereka juga mengeluarkan produk ini untuk bersaing dengan shell yang ada di linux dalam hal administrasi sistem… ya mungkin sedikit penjelasan saya bisa menambah pengetahuan pembaca sekalian..
oke lanjut saja saya berikan beberapa contoh perintah yang sering dipakai ya.. :
– Managemen System –
df -h -> untuk melihat kondisi ruang harddisk kita, option -h adalah “readable human”, yang maksudnya agar mudah dimengerti.
uptime -> ini akan menunjukkan sudah berapa lama kompi kita hidup, berapa user yang sedang aktif, serta beberapa keterangan lainnya.
uname -a -> ini untuk mengetahui informasi mengenai linux kita, mulai dari nama host, distro, versi kernel, dll.
cat /etc/passwd | cut -d ‘:’ -f 1 -> ini melihat daftar user yang ada pada sistem, menggunakan kombinasi perintah cat dan cut.
mount /dev/sda1 -t vfat /mnt -o uid=1000 -> ini melakukan mounting /dev/sda1 yang bertipe fat32(vfat) pada /mnt dengan memberikan akses pada user yang mempunya uid=1000.
Oke sekian dulu, saya tambah posting mengenai apa itu “mount” dulu
Semoga bermanfaat..
(whiledan)
November 28th, 2008 by wildan
Nah, mumpung lagi ada waktu dan pikiran semakin membaik, mendingan posting aja
Ya mungkin judulnya biasa, tapi saya tau masih banyak orang yang membutuhkan artikel seperti ini…
Oke, pertama-tama kita bahas kenapa harus “perintah”?? ada yang tau?? ya, karena sebagian besar administrasi system di Linux kita lakukan di tingkat shell yang berbasis CLI, lha mungkin ada yang bertanya : “Kenapa mesti susah2 sih??”, ya jawabannya karena “It’s your choice bro!!”
hehe..
mm, langsung aja, perintah-perintahnya saya kategorikan menjadi beberapa bagian ya… :
– Managemen File Dan Direktori –
mkdir folder_baru -> ini membuat folder baru bernama “folder_baru”.
touch folder_baru/file_baru -> ini membuat file baru dengan nama “file_baru” didalam folder “folder_baru”.
cp folder_baru/file_baru file_baru_copy.extensi -> ini mengcopy “file_baru” ke sebuah file dengan nama “file_baru file_baru_copy.extensi”
cp -R folder_baru /home/wildan/ -> nah ini mengkopy direktori “folder_baru” ke “/home/wildan”, opsi -R adalah opsi untuk “rekursif”, karena tidak ada perintah “cpdir“.
mv folder_baru /home/wildan -> ini memindahkan “folder_baru” ke “/home/wildan”, untuk perintah ini, tidak ada perbedaan antara memindahkan folder atau file, keduanya sama.
rm file_baru -> ini menghapus file yang bernama “file_baru”
rm -R folder_baru -> ini menghapus folder “folder_baru” beserta isinya, karena kita tidak dapat menggunakan perintah “rmdir” jika didalam folder terdapat isi atau file.
ln -s /home/wildan/WEB /var/www/ -> ini membuat symbolic-link dari folder “WEB” ke lokasi “var/www”, untuk perintah ini, sebaiknya kita menuliskan secara “full-path”, perintah ini bisa kita gunakan untuk folder maupun file.
ls -l /home/wildan -> ini menampilkan isi dari folder “/home/wildan”.
ls -l /home/wildan | grep WEB -> ini menampilkan dan menyaring isi dari folder “/home/wildan” yang mengandung kata “WEB”.
– Managemen Jaringan –
ifconfig -a -> ini melihat daftar interface yang kita miliki
ifconfig eth0 192.168.0.3/24 -> ini mengkonfigurasi interface eth0 dengan ip 192.168.0.3 dengan subnet 255.255.255.0
route -n -> ini melihat daftar tabel routing yang kita miliki.
route add default gw 192.168.0. -> ini menambahkan sebuah gateway dengan ip 192.168.0.1.
route del default -> ini menghapus gateway default
route add 192.168.1.0/24 gw 192.168.0.1 -> ini menambahkan sebuah gateway dengan ip 192.168.0.1 untuk menuju ke jaringan 192.168.1.0/24
iwconfig -> ini untuk melihat interface wireless yang kita miliki.
iwlist eth1 scanning -> ini untuk melihat essid apakah saja yang aktif dengan melakukan scanning menggunakan interface wireless eth1.
iwconfig eth1 essid eepishotspot mode managed -> ini untuk mengkonfigurasi interface eth1 kita agar bergabung dengan essid “eepishotspot” dengan menjadi client (mode=managed).
dhclient eth1 -> ini untuk mecari dhcp server agar interface eth1 mendapatkan ip secara otomatis.
Wah, sekian dulu deh, saya lanjut kapan2..
belajar buat TA
(whiledan)
August 13th, 2008 by wildan
Nah, bagi anda pecinta linux yang juga gemar dengan alat musik drum, dan mencari alternatif program untuk dijalankan di Linux? mungkin anda bisa mencoba hydrogen ini, program ini berlisensi free dan berjalan pada platform GNU/LINUX, karena saya bukan pecinta musik, maka saya tidak bisa banyak berkomentar, tapi setelah mencoba, saya rasa program ini cukup bagus, suara yang dihasilkan pun sangat rapi, bunyi-bunyi dam-dim-dum cas-ces pun saya coba semua…


Nah, bagi yang belum mencoba langsung aja donlot ato cari di repository.. untuk pengguna openSUSE sudah ada koq..
(whiledan)
August 13th, 2008 by wildan
Lha, barangkali banyak yang sering ngomong tapi masih bingung dengan artinya.. (termasuk saya)… he2.. Kernel itu adalah sebuah program utama, ya mungkin bisa kita bilang itu otaknya manusia, yang mengatur semua kegiatan organ manusia.. nah kalo kernel itu meskipun analoginya sama tetapi tentunya juga mempunyai tugas yang berbeda.. Nah, memang apa tugas kernel itu?? apa peran sebuah kernel dalam sistem operasi?? oke, saya beri penjelasan beserta contoh2-nya..
Dalam sebuah komputer (setidaknya, atau juga device lain yang mempunyai minimum sistem : HP, PDA, GPS) setidaknya ada lebih dari 1 hardware yang terpasang, misalkan saja memory untuk menyimpan data dari program yang berjalan, kemudian port I/O untuk koneksi dengan dunia luar, dan lain-lainnya.. nah, kernel adalah program yang mengatur kesemuanya itu, kernel yang bagus harus bisa melakukan beberapa hal berikut :
- Multi Threading
Kernel dapat menjalankan lebh dari 1 program secara bersamaan.
- Multi User dan Multi Session
Dapat melayani lebih dari 1 user sekaligus.

Nah, udah ada gambaran tentang apa kernel itu?? oke, saya beri contoh yang paling sederhana, yaitu program kecil yang bisa menerima input dan output :
Masukkan Nama : wildan <enter>
Masukkan Alamat : bumi <enter>
Halo wildan yang ada di bumi..
Nah, mungkin itulah gambaran sebuah kernel, bisa menerima input, melakukan proses, dan menghasilkan output, tapi dalam kemampuan yang jauh lebih besar dari itu, perhatikan lagi gambar diatas, betapa ruwetnya gambaran dari kernel Linux..
(whiledan)
August 12th, 2008 by niph
Udah lama cari, akhirnya tadi bisa juga nulis huruf kana (huruf jepang) di ubuntu langsung dari keyboard. Gini niy caranya…
Pertama install dulu dukungan bahasa jepang ke ubuntunya.. System > Administration > language Support. Centang yang ada tulisannya “Japanese”… Trus ntar bakalan diinstall pake repo.
Kalo udah install paket anthy-el (frontend-nya anthy): sudo apt-get install anthy-el. Habis itu reboot,

Cara penggunaannya, kalo mau dipake tinggal aktifkan mode tulis jepang, klik icon anthy di area notifikasi, trus pilih “Japanese - Anthy”. Ntar yang kita tulis jadi huruf kana/kanji, sama persis kaya kalo ngetik kana pake input method editor di windo$.
Oh iya, anthy ini khusus huruf jepang, jadi ga bisa dilakukan cara ini buat huruf laen kaya misalnya arab, CMIIW…
(はにふ です。。) :p
August 2nd, 2008 by niph
Halo halooo.. Saya maw posting lagee.. Kali ini mau bagi-bagi pengalaman instalasi ubuntu pada PC dengan motherboard Asus P5Q Pro. Kebetulan kemarin baru beli en ada beberapa di motherboardnya troubel (mungkin terjadi juga pada beberapa motherboard jenis lain) antara lain:
1. Semua drive SATA tidak bisa terdeteksi (Kebetulan drive SATA saya cuma HDD)
2. LAN (Atheros) tidak langsung berjalan out of the box.
Setelah cari-cari di forum, berikut solusi yang akhirnya bisa bikin kedua problem diatas terselesaikan:
Untuk yang pertama, ternyata solusinya simpel. Masuk ke BIOS. Pada settingan SATA, ubah konfigurasi dari IDE ke AHCI. Setelah itu drive SATA akan dikenali di ubuntu.
Untuk masalah LAN, kita harus melakukan instalasi driver secara manual (demikian juga tiap upgrade kernel nantinya). Cara dibawah ini bisa dilakukan dengan asumsi paket build-essential sudah terinstall. Biasanya out of the box sudah terinstall:
1. Download drivernya LAN disini.
2. Unpack drivernya.
3. Masuk ke <HOME_DIR>/LinuxDrivers/L1e_Lan/l1e-l2e-linux-v1.0.0.4/src
4. Jalankan: sudo KBUILD_NOPEDANTIC=1 make
5. Lalu: sudo KBUILD_NOPEDANTIC=1 make install
6. Kalau sukses, driver seharusnya sudah ada di /lib/modules/2.6.24-16-generic/kernel/drivers/net/atl1e/at1le.ko
7. Kemudian masuk ke direktori tersebut trus kasih: sudo insmod ./atl1e.ko
Setelah itu, seharusnya diketikin “ifconfig” sudah muncul eth0-nya.
(niph)
July 27th, 2008 by 7CoLE
Bayangkan jika Anda seorang system administrator pada suatu perusahaan yang besar, dan harus menyediakan sebuah jaringan untuk beberatus komputer. Anda pasti tidak akan berfikir untuk memberi setting nomor IP, subnet, gateway secara manual pada masing – masing komputer yang terhubung :-). Untuk itu Anda bisa memanfaatkan DHCP untuk memberi settingan secara otomatis pada setiap komputer yang ingin terhubung pada jaringan.
Apa sih DHCP ?
Dynamic Host Configuration Protocol digunakan untuk meng-automatisasi pemberian IP Address, gateway, subnet masks, dan parameter IP lainnya. Sangat berguna bagi Administrator untuk memodifikasi informasi IP pada kondisi tertentu. End User juga dimudahkan oleh servis ini, karena cepat untuk terhubung ke dalam jaringan tanpa perlu konfigurasi.
DHCP dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) dan menjadi standar pada tahun1993. DHCP based on BOOTP protocol, yang sangat mudah dan simple. Namun sebenarnya BOOTP tidak didesain untuk menyediakan dynamic address assigment.
Bagaimana DHCP Bekerja ?
DHCP bekerja dengan 4 langkah : DHCP Discovery, DHCP Offers, DHCP request, dan DHCP acknowledgement.
DHCP Discovery

read more »