Ngasih Label ke USB Flashdrive

April 27th, 2009 by niph

Untuk memberi label suatu drive di windows biasa dilakukan dengan klik kanan > rename di windows explorer. Tapi bagaimana di Linux? Klik kanan > rename ga bisa dilakukan karena folder tempat kita mengakses flash drive di linux bukan wujud asli drive tersebut melainkan direktori biasa dimana drive kita ini di-mount-kan ke direktori tersebut.

Di Linux, cara melakukan labeling ini adalah dengan perintah:

sudo mlabel -i /dev/sdb1 ::<nama label>

Kalau sudah tinggal di-umount, dijabut dan dicolok lagi…

Tralalaa,, Flash Drive sudah ada labelnya :p

Posted in Linux, Tutorial | 1 Comment

Tags:  

ZC0303 Webcam Chipset

January 3rd, 2009 by wildan

Nah, mungkin ada yang butuh :)

Untuk anda yang menggunakan webcam dengan chipset zc0303 dan anda menggunakan distro ubuntu 8.10 dan atau turunannya, anda bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

cek melalui dmesg :
usb 3-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 2
usb 3-2: new device found, idVendor=0ac8, idProduct=303b
usb 3-2: new device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=0
usb 3-2: Product: PC Camera
usb 3-2: Manufacturer: Vimicro Corp.
usb 3-2: configuration #1 chosen from 1 choice
Linux video capture interface: v2.00
zc0301: V4L2 driver for ZC0301[P] Image Processor and Control Chip v1:1.07
usb 3-2: ZC0301[P] Image Processor and Control Chip detected (vid/pid 0×0AC8:0×303B)
usb 3-2: No supported image sensor detected

Nah, kalo sama dengan hasil diatas, maka masalahnya sama :D

ikuti langkah-langkah selanjutnya :

  • Install paket “moreutils” di repo.
  • Tambahkan baris “blacklist zc0301″ di /etc/modprobe.d/blacklist.
  • Tambahkan baris “gspca_zc3xx” di /etc/modules.
  • Ketikan :
  • “xxd /lib/modules/2.6.27-10-generic/kernel/drivers/media/video/gspca/gspca_zc3xx.ko |
    sed ‘/^000a370:/ s/1b30/3b30/’ |
    xxd -r |
    sponge /lib/modules/2.6.27-10-generic/kernel/drivers/media/video/gspca/gspca_zc3xx.ko”.
    (Untuk versi kerbel, mohon disesuaikan)
  • Restart

Nah, yang terjadi adalah bahwa kernel melakukan kesalah load modul untuk chipset webcam, seharusnya uanh dipakai adalah chipset zc0303, tapi modul yang di-load adalah untuk chipset zc0301 :)

Semoga membantu..

(whiledan)

Posted in Tutorial | No Comments

Apa Itu Mount?? (1)

December 1st, 2008 by wildan

Mmm, sebenernya artikel ini khusus buat pengguna linux yang masih baru, jadi setidaknya bisa mengerti konsep mounting pada linux, yang sebenernya bukan hal yang istimewa, cuma karena namanya aneh aja, jadi kalo belum ngerti ya belum ngerti.. lho??#$% :D

Oke, langsung saja saya coba jelaskan apa itu mount, mount adalah cara untuk mengkaitkan sebuah device storage kita (misal harddisk, flash memory, atau bahkan RAM) agar bisa kita modifikasi isinya (baca-tulis file). analoginya mungkin sebagai berikut :

  • Kita mempunyai beberapa teman yang masing-masing mempunyai kantong baju (storage).
  • Teman-teman kita itu mempunyai karakter yang berbeda (filesystem).
  • Untuk dapat berkomunikasi dengan teman-teman, maka kita harus bisa mengerti cara berkoomunikasi dengan mereka (filesystem support) agar kemudian bisa mengambil dan meletakkan barang di kantong teman kita tersebut.

Nah, berdasarkan beberapa analogi diatas, langsung aja kita lanjut dengan mekanisme mounting di linux :
Pertama-tama, kita harus mengetahui filesystem apa saja yang sudah di-support oleh versi kernel linux kita, mungkin saat ini memang banyak sekali yang sudah ter-support, antara lain ext2, ext3, fat16, fat32, ntfs, nfx, smbfs, dll. nah kemudian apa hasil dari sebuah mounting?? hasilnya adalah sebuah direktori yang bisa kita baca dan tulis (bisa juga tidak) dimana direktori tersebut sebenarnya adalah representasi dari sebuah storage (bisa hardddisk atau flash memory) yang terhubung dengan komputer kita.. ya mungkin kita ambil contoh pada windos, setiap kita menghubungkan sebuah storage device, maka pada system akan secara otomatis menambahkan drive-drive baru yang merupakan representasi dari storage yang baru kita pasang tersebut.

oke lanjut ke caranya :
pada linux, program untuk melakukan mounting bernama “mount”, perintah dasarnya adalah sebagai berikut :
“mount -t filesystem_type /dev/sdxx_or_hdxx /mount_target -o additional_option”

misalkan pada komputer kita terpasang sebuah harddisk (/dev/sda), kemudian kita menghubungkan sebuah flash memory yang mempunyai hanya 1 partisi, maka perintah yang perlu kita tuliskan adalah :
“mount -t vfat /dev/sdb1 /mnt”, maka untuk bsa membaca isi dari flash memory tersebut, kita bisa menuju ke direktori “/mnt”.

Aduh, cape deh… :) saya lanjut lagi kapan-kapan deh… :)

(whiledan)

Perintah Dasar Linux (2)

December 1st, 2008 by wildan

Nah, melanjutkan posting terdahulu, kali ini saya mencoba untuk memberikan beberapa perintah dasar lagi yang mungkin sering kita gunakan di linux kita, dan bagi anda yang baru belajar linux, mungkin anda bertanya :”Apakah harus menggunakan perinttah??”, jawabnya adalah : “Tidak tuan.. “, lalu kenapa sebagian besar artikel di internet yang berkaitan dengan linux selalu mempunyai topik “perintah dasar”?? ya karena dasar linux adalah pada perintah-perintahnya, coba anda cari informasi mengenai linux yang lahir pertama kali, semua berbasiskan CLI, belum ada GUI yang digunakan, dan itulah yang terbawa sampai dengan sekarang, salah satu kekuatan linux ada pada tingkat shell, dan itu bukanlah suatu “kebiasaan yang salah”, melainkan memang sangat bermanfaat, coba saja lihat microsoft, mereka juga mengeluarkan produk ini untuk bersaing dengan shell yang ada di linux dalam hal administrasi sistem… ya mungkin sedikit penjelasan saya bisa menambah pengetahuan pembaca sekalian.. :) oke lanjut saja saya berikan beberapa contoh perintah yang sering dipakai ya.. :

– Managemen System –

df -h -> untuk melihat kondisi ruang harddisk kita, option -h adalah “readable human”, yang maksudnya agar mudah dimengerti.

uptime -> ini akan menunjukkan sudah berapa lama kompi kita hidup, berapa user yang sedang aktif, serta beberapa keterangan lainnya.

uname -a -> ini untuk mengetahui informasi mengenai linux kita, mulai dari nama host, distro, versi kernel, dll.

cat /etc/passwd | cut -d ‘:’ -f 1 -> ini melihat daftar user yang ada pada sistem, menggunakan kombinasi perintah cat dan cut.

mount /dev/sda1 -t vfat /mnt -o uid=1000 -> ini melakukan mounting /dev/sda1 yang bertipe fat32(vfat) pada /mnt dengan memberikan akses pada user yang mempunya uid=1000.

Oke sekian dulu, saya tambah posting mengenai apa itu “mount” dulu :D

Semoga bermanfaat..

(whiledan)

Perintah Dasar Linux (1)

November 28th, 2008 by wildan

Nah, mumpung lagi ada waktu dan pikiran semakin membaik, mendingan posting aja :)

Ya mungkin judulnya biasa, tapi saya tau masih banyak orang yang membutuhkan artikel seperti ini… :)

Oke, pertama-tama kita bahas kenapa harus “perintah”?? ada yang tau?? ya, karena sebagian besar administrasi system di Linux kita lakukan di tingkat shell yang berbasis CLI, lha mungkin ada yang bertanya : “Kenapa mesti susah2 sih??”, ya jawabannya karena “It’s your choice bro!!” :D hehe..

mm, langsung aja, perintah-perintahnya saya kategorikan menjadi beberapa bagian ya… :

– Managemen File Dan Direktori –

mkdir folder_baru -> ini membuat folder baru bernama “folder_baru”.

touch folder_baru/file_baru -> ini membuat file baru dengan nama “file_baru” didalam folder “folder_baru”.

cp folder_baru/file_baru file_baru_copy.extensi -> ini mengcopy “file_baru” ke sebuah file dengan nama “file_baru file_baru_copy.extensi”

cp -R folder_baru /home/wildan/ -> nah ini mengkopy direktori “folder_baru” ke “/home/wildan”, opsi -R adalah opsi untuk “rekursif”, karena tidak ada perintah “cpdir“.

mv folder_baru /home/wildan -> ini memindahkan “folder_baru” ke “/home/wildan”, untuk perintah ini, tidak ada perbedaan antara memindahkan folder atau file, keduanya sama.

rm file_baru -> ini menghapus file yang bernama “file_baru”

rm -R folder_baru -> ini menghapus folder “folder_baru” beserta isinya, karena kita tidak dapat menggunakan perintah “rmdir” jika didalam folder terdapat isi atau file.

ln -s /home/wildan/WEB /var/www/ -> ini membuat symbolic-link dari folder “WEB” ke lokasi “var/www”, untuk perintah ini, sebaiknya kita menuliskan secara “full-path”, perintah ini bisa kita gunakan untuk folder maupun file.

ls -l /home/wildan -> ini menampilkan isi dari folder “/home/wildan”.

ls -l /home/wildan | grep WEB -> ini menampilkan dan menyaring isi dari folder “/home/wildan” yang mengandung kata “WEB”.

– Managemen Jaringan –

ifconfig -a -> ini melihat daftar interface yang kita miliki

ifconfig eth0 192.168.0.3/24 -> ini mengkonfigurasi interface eth0 dengan ip 192.168.0.3 dengan subnet 255.255.255.0

route -n -> ini melihat daftar tabel routing yang kita miliki.

route add default gw 192.168.0. -> ini menambahkan sebuah gateway dengan ip 192.168.0.1.

route del default -> ini menghapus gateway default

route add 192.168.1.0/24 gw 192.168.0.1 -> ini menambahkan sebuah gateway dengan ip 192.168.0.1 untuk menuju ke jaringan 192.168.1.0/24

iwconfig -> ini untuk melihat interface wireless yang kita miliki.

iwlist eth1 scanning -> ini untuk melihat essid apakah saja yang aktif dengan melakukan scanning menggunakan interface wireless eth1.

iwconfig eth1 essid eepishotspot mode managed -> ini untuk mengkonfigurasi interface eth1 kita agar bergabung dengan essid “eepishotspot” dengan menjadi client (mode=managed).

dhclient eth1 -> ini untuk mecari dhcp server agar interface eth1 mendapatkan ip secara otomatis.

Wah, sekian dulu deh, saya lanjut kapan2.. :) belajar buat TA

(whiledan)

Tool Untuk Modem GSM/3G, UMTSMON

October 18th, 2008 by niph

Pernah bikin koneksi internet pake modem GSM/3G/HP di Linux? Pake apa? Wvdial? GnomePPP? Nah, ada lagi cara yang simpel dan menyenangkan bagi kamu yang suka maen GUI. Namanya UMTSMON, kira** maksudnya UMTS Monitor, jadi mirip 3GWatcher di windus gt lah.


Tool ini cukup lengkap. Bisa membuka koneksi internet berdasarkan profil, bisa kirim dan terima sms, melakukan konfigurasi PIN, sampai dengan konfigurasi preferensi jaringan. Hal-hal tersebut (selain membuka koneksi) cukup sulit dilakukan di linux bagi orang** yang belum terbiasa dengan tool-tool text based seperti wvdial, gcom, maupun minicom.
Selain itu, yang terpenting menurutq (soalnya ini yang aq cari** sampe dapet umtsmon), tool ini bisa memonitor sinyal yang diterima modem, kekuatan sinyal dan jenisnya (gprs, edge, umts (3g), atau hsdpa).
Umtsmon ini bisa didownload di http://umtsmon.sourceforge.net/.

Konversi Video

October 10th, 2008 by niph

Kemarin sempat pengen mendayagunakan fitur video di hape ne, jadi browsing-browsing gimana caranya masukin videoclipt hasil download dari youtube ke hape yang maunya cuman 3gp…

Hasilnya, pertama kudu punya ffmpeg dulu, (# apt-get install ffmpeg). ffmpeg ini tool yang nantinya dipake buat konversi video ke format lain (dalam hal ini 3gp).

Script yang saya pake adalah:

ffmpeg -i [filename_video_input] -s 352×288 -vcodec h263 -r 25 -b 200 -ab 64 -acodec aac -ac 1 -ar 16000 -vol 256 [nama_video_output].3gp

Perintah diatas buat konversi file .flv ke .3gp dengan resolusi 352×288, refresh rate 25, dan 16000Hz sampling audio. Sebenarnya ffmpeg juga bisa konversi dari avi (pernah nyoba buat konvert filem, tapi ga jadi dimasukin hape.. lama masukinnya :p).

Untuk detil parameternya, jangan ditanyakan ke saya karena saya sendiri tidak mengerti detail, bisa dilihat di “ffmpeg -h”, yang ternyata ngasih tau kalo parameter yang bisa dipake itu buanyak sekali, atau kalau ada yang bersedia menjelaskannya silakan ditaroh di komen :)…

(niph)

Install Linux di Acer Aspire 4530

September 5th, 2008 by wildan

Nah, 2 hari lalu dapet “pasien” Acer Aspire 4530, punya temen SMA yang pingin diinstall linux.. he2, padahal bukan orang komputer, tapi pengen diinstall linux.. :) software evolution bro..!!

Oke langsung ke permasalahan, ternyata nyoba hampir semua distro yang saya miliki saya hanya mendapatkan kegagalan.. heran biasanya lancar tuh nginstall linux di semua macem dan model laptop… setelah mencari-cari ternyata baru tahu setelah menggunakan distro openSUSE, ternyata kemacetan terjadi pada saat pendeteksian wifi-card.. booting-pun terhenti pada saat itu…

Setelah mencoba-coba parameter booting kernel, akhirnya ketemu beberapa option yang membuat kita bisa masuk ke menu instalasi.. optionnya adalah :

"all_generic_ide floppy=off irqpoll brokenmodules=ath5k"

Nah, untuk yang brokenmodules, perlu diingat distro yang dipakai adalah openSUSE 11.0, jadi kalo distro lain harap sesuaikan dengan nama module yang dipakai.

Setelah itu lakukan instalasi seperti biasa.. :)

Nah, kalo instalasinya sudah selesai, maka kita akan menghadapi beberapa masalah , antara lain :

  • Driver VGA, karena VGA-nya menggunakan nvidia 9100.
  • Driver WiFi
  • Driver Sound Card

Nah untuk yang vga, kita bisa melakukan instalasi dari repositori, atau untuk pengguna openSUSE 11.0, bisa menggunakan oneClickInstall berikut :

Setelah instalasi, yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut :

  • Pada terminal, ketikkan “nvidia-xconfig” :
    linux-n2g9:/home/yuanda # nvidia-xconfig
    Using X configuration file: “/etc/X11/xorg.conf”.
    Backed up file ‘/etc/X11/xorg.conf’ as ‘/etc/X11/xorg.conf.backup’
    New X configuration file written to ‘/etc/X11/xorg.conf’
    linux-n2g9:/home/yuanda #
  • Restart GMD / KDM (Ctrl + Alt + Backspace)
  • Pada terminal, ketikkan “nvidia-settings”

Berikut layar yang ditembak :

Nah sampai dengan berita ini diturunkan saya baru berhasil sampai dengan instalasi driver vga saja.. :(

karena laptopnya sudah ditarik oleh sang pemilik, mau dipakai mungkin.. :P

(whiledan)

Posted in Linux, Tutorial | 7 Comments

Pemutar Background

August 24th, 2008 by niph

Cepet bosen sama background kamu? Pernah coba Mac OS yang punya background yang bisa ganti-ganti dalam jangka waktu tertentu? Di linux-pun (saya nyobak ya di ubuntu) bisa bikin background yang bisa ganti-ganti dalam jangka waktu tertentu. Yah, tapi memang tidak semenawan Mac OS dalam transisinya. Namun patut dicoba kalau memang kamu cepet bosen dengan background yang ada.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Download script changer.

2. Extract (bisa ditaruh di “~/.script”, saat ini masih saya biarkan di Desktop).

3. Pastikan script tersebut bisa dieksekusi: “chmod +x changer”.

4. Masuk ke System > Prefference > Scheduled Task. Kalo belum ada, kamu bisa install dulu dengan “sudo apt-get install gnome-schedule”.

5. Tambahkan schedule baru yang bertugas mengeksekusi script yang telah didownload tadi. Disini, kita bisa mengatur jangka waktu eksekusi.

6. Kemudian yang terakhir, pilih gambar apa saja yang akan kita masukkan dalam list kita. System > Preferences > Appearance.

Selamat menikmati… :)

(niph)

Posted in Linux, Tutorial | 7 Comments

Tags:  

Flock Browser Di Linux Mint 5.0

August 18th, 2008 by wildan

Nah, akhirnya pindah ke Linux Mint 5.0 :)

Langsung saja, bagi yang menginstall flock browser (saya menggunakan versi 2.0beta2) pada linux mint dan mengalami “kebisuan” saat mencoba menjalankan flock yang telah diinstall.. dari konsole, dapat kita lhat bahwa ada beberapa library yang tidak diketemukan :

wildan@rootbeer /opt/flock $ ./flock-bin
./flock-bin: error while loading shared libraries: libnspr4.so:
cannot open shared object file: No such file or directory
wildan@rootbeer /opt/flock $ ./flock-bin

Nah, library yang dibutuhkan lagi selain yang diatas adalah “libplds4.so” dan ” libplc4.so”, untuk mengatasinya langsung saja ketikan perintah dibawah ini :

  • ln -s /usr/lib/libnspr4.so.0d /lib/libnspr4.so
  • ln -s /usr/lib/libplc4.so.0d /lib/libplc4.so
  • ln -s /usr/lib/libplds4.so.0d /lib/libplds4.so

Semoga bermanfaat :)

(whiledan)

Posted in Linux, Tutorial | 2 Comments

Tags: